Mobile Phone's Zone
Tips Trick HandPhone, Games/Application Java,and information Hand Phone and Gadget

Komunitas BlacBerry Indonesia

Labels: ,


Berawal dari perkembangan pesat ponsel keluaran Research In Motion (RIM), Blackberry, di Indonesia dan obrolan-obrolan seputar ponsel berbadan bongsor itu, memicu terbentuknya komunitas Blackberry. Lahir sekitar Februari lalu, komunitas itu bermisi menjadi wadah alternatif pengguna sekaligus calon pengguna Blackberry.

"Perkembangan Blackberry saat ini bagus di Indonesia. Hanya saja masing-masing pengguna masih berego tinggi," kata moderator Forum Komunitas Blackberry, Indra kepada Republika Online di Jakarta. Kami berusaha menyatukan pengguna Blackberry agar berperan kepada masyarakat. Karena stereotip di masyarakat, Blackberry hanya untuk kalangan menengah ke atas," tuturnya lagi.

Penggemar, maniak, dan perkembangan, harap Indra, hanya berada pada satu wadah. Tak melulu berbicara melalui forum, ajang kopi darat pun menjadi agenda wajib komunitas Blackberry.

Sebab, pembentukan suasana akrab bisa terwujud. "Disini kita bisa sharing segala hal tentang Blackberry dari masalah operating System (OS), aplikasi dan lainnya. Hal terpenting tentu bisa ketemu muka," ucap salah satu Moderator lain Komunitas Blackberry, Paulus.

Diakui Paulus, operator sebagai distributor langsung RIM dinilai tidak memberikan pengetahuan yang cukup terhadap pengguna. Sebagai contoh ketika rusak sebagian pengguna bingung mau dibawa kemana.

Bahkan, masih Paulus, sebagian pengguna mungkin tidak mengetahui informasi tentang asuransi yang khusus melindungi Blackberry. "Itu hanya bisa diketahui lewat komunitas bukan operator," tuturnya

Keprihatinan lain, ucap Paulus, prihal kloning personal identification number atau pin. Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia merupakan negara penadah barang-barang ilegal utama atau yang dikenal dengan istilah Black Market (BM).

Akibatnya, kegiatan pengloningan yang disebabkan ketidaktahuan pengguna terhadap keberadaan pin pada Blackberry semakin pesat. "Forum ini mendukung gerakan anti-pin kloning. Sebagian ada yang menyebutkan komunitas yang menjadi gerakan pendukung kloning. Kita bisa melakukan itu tapi kami menolak," kata paulus. "Say no to pin kloning," ujar Indra menimpali.

Semenjak berdiri 5 bulan lalu, komunitas Blackberry telah menjaring ribuan lebih anggota dengan 50 member baru setiap harinya. Anggotanya pun beragam, dari siswa SD hingga profesional. Dengan semakin berkembangnya Blackberry di Indonesia maka kemungkinan komunitas ini akan semakin pesat berkembang.

Untuk menjadi anggota komunitas, tentu harus memiliki blackbery. Karena ketika mendaftarkan identitas Blackberry harus diketahui. "Karena ke depan, pelaksanaan gathering itu perwilayah. Apalagi perkembangan pengguna Blackberry didaerah semakin berkembang" tutur Indra

Tren Vs Kbutuhan

Perkembangan Blackberry tak berbeda dengan kebanyakan ponsel lain di Indonesia. Semua berawal dari tren, hingga menjadi primadona. Padahal awal pengguna Blackberry hanya terbatas pada pebisnis profesional. Kini, sasaran pengguna bergeser menjadi kalangan umum dan tak terbatas.

Kenyataan itu diakui Paulus. Tidak dipungkiri berbagai kemudahan diberikan ponsel asal Kanada ini.

Opsi Fungsional komputer diadaptasi secara sempurna oleh Blackberry. Tapi pada akhirnya kelebihan utama adalah efek prestise dari penggunaan Blackberry.

Paulus menyatakan menggunakan Blackberry sangat tergantung pada pengguna. "Kalau benar karena kebutuhan maka itu lain hal. Ketika menjadi sebuah tren maka sudah merupakan hal yang sulit," kata dia.

Dengan rentang harga 3 jutaan dan konsumsi perbulanan yang cukup besar, jika bukan karena kebutuhan, kata Paulus, tentu memberatkan. Tapi efek gengsi memang membuat pengguna mengesampingkan efisiensi biaya.

Paling tidak untuk sebulan, pengguna Blackberry harus merogoh kocek sebesar 150 ribu rupiah. Biaya tersebut sebatas pemakaian biasa.

Itu belum untuk pemakaian maksimal seperti langganan GPRS, pulsa biasa, facebook dan yahoo massenger. "Makanya, pengguna Blackberry juga mencari cara untuk berhemat," kata Dia.

Ada contoh kasus, cerita Paulus, pengguna Blackberry yang hanya menggunakan fasilitas pesan singkat dan telepon. Menurutnya, pengguna seperti itu tentu menguntungkan operator karena untuk mengoptimalkan Blackberry secara otomatis pengguna harus berlangganan.

"Contoh, ibu rumah tangga. Palingan hanya untuk sms dan telepon saja. Kalau mau chatting sama siapa coba?," kata Paulus. "Jadi, tren menjadi alasan menggunakan Blackberry. Maka tak heran, ketika berkunjung ke pusat perbelanjaan banyak terlihat ibu rumah tangga menenteng dengan gaya maksimal," ungkapnya.

Maka itu, Paulus menyarankan, agar calon pengguna sebaiknya berpikir panjang bila ingin menggunakan Blackberry. "Kalau memang untuk menunjang aktivitas rutin, maka piranti itu bisa jadi pilihan, tapi kalau sekadar tren atau gaya, lebih baik tidak usah," ujarnya.

(Sumber: REPUBLIKA.CO.ID)



0 comments:

Posting Komentar

Silahkan memberi komentar,tapi jangan spam ya!

Related Posts with Thumbnails

Google Search

Berlangganan Via E-mail

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Ads





GrowUrl.com - growing your website


Buy and sell Text Links

Guest Book


About Me

Foto saya
Saya adalah seorang "Blogger Pelajar" yang sedang mencari ilmu untuk bekal saya di masa depan

Info Terbaru

Site Rank

Followers

Recent Readers

Gabung di komunitas Sonyindo View Join

Related Websites

Comment Terbaru

Blog Rolls